Selasa, 30 Agustus 2016

Seminar Motivasi Kantoran, Seminar Motivasi Pegawai, Seminar Motivasi SDM

 Seminar Motivasi Kantoran, Seminar Motivasi Pegawai, Seminar Motivasi SDM


"When you find yourself on the side of the majority, it's time to PAUSE and reflect." (Mark Twain)
Orang rata-rata alias mayoritas enggan belajar. Sebut saja, malas belajar. Kita hendaknya melakukan yang sebaliknya. Belajar. Berguru. Bermurid.

Seminar-Motivasi-Kantoran-Seminar-Motivasi-Pegawai-Seminar-Motivasi-SDM

Seminar-Motivasi-Kantoran-Seminar-Motivasi-Pegawai-Seminar-Motivasi-SDM

Jadilah guru dan jadilah murid. Ibaratnya, kita punya orangtua, tapi juga punya anak. Itu sangat menyenangkan. Bisa mengajar dan juga bisa belajar.

Catat ya. Orang yang belajar itu open-minded, awet muda, tidak mudah pikun.

Termasuk, kegiatan menulis. Ketika anda berhasil menangkap seekor kijang, maka ikatlah. Jika tidak, sia-sialah keletihan dan pengorbanan Anda. Menulis itu mengikat ilmu.

Sekian dari saya, Ippho Santosa.

Seminar Motivasi Korporat, Seminar Motivasi Kantoran, Seminar Motivasi Karyawan

Seminar Motivasi Korporat, Seminar Motivasi Kantoran, Seminar Motivasi Karyawan


Sekitar 2 jam, waktu yang dihabiskan oleh rata-rata orang Indonesia untuk ber-online-ria. Orang perkotaan bahkan bisa memegang ponsel selama 5 jam sehari. Ya, sehari. Di antaranya untuk online. Hm, sudahkah kita serius menggarap pasar ini?

Seminar-Motivasi-Korporat-Seminar-Motivasi-Kantoran-Seminar-Motivasi-Karyawan

Seminar-Motivasi-Korporat-Seminar-Motivasi-Kantoran-Seminar-Motivasi-Karyawan

Belakangan ini, sekitar 88 persen orang Indonesia memiliki ponsel. Bahkan 1 orang bisa punya 2 ponsel. Dan kemungkinan besar, ke depannya semua ponsel tersebut akan berupa smartphone. Ini menurut Account Strategist Google Indonesia, Ricky Tjok.

Indonesia juga merupakan salah satu dari 12 negara di dunia yang penggunaan smartphone-nya lebih tinggi daripada penggunaan komputer. Melalui smartphone, masyarakat memanfaatkan fasilitas BBM, WA, dan Telegram.

Seminar-Motivasi-Korporat-Seminar-Motivasi-Kantoran-Seminar-Motivasi-Karyawan


Sekali lagi, sudahkah kita serius menggarap pasar ini?

Seminar Motivasi Perusahaan, Seminar Motivasi Korporat, Seminar Motivasi Kantoran

Seminar Motivasi Perusahaan, Seminar Motivasi Korporat, Seminar Motivasi Kantoran



Di seminar motivasi untuk karyawan, saya sering mengajak peserta untuk memiliki kehidupan yang lebih lapang dan lebih tenang. Ternyata ada rahasianya.

Sebelum Anda membaca tulisan ini, baiknya tarik nafas panjang dulu. Sudah?

Silakan dilanjutkan.

Ketika kita masih kecil, misalnya sakit, tahukah kita ternyata orangtua berdoa, “Ya Allah, sembuhkan anakku. Pindahkan saja sakitnya padaku.” Jelas, doa ini tidak terlalu tepat. Kalau berharap sembuh, yah sembuh saja. Tak perlu berharap sakit yang berpindah segala. Namun itu menunjukkan rasa sayang dan pengorbanan orangtua kepada anaknya.

Seminar-Motivasi-Perusahaan-Seminar-Motivasi-Korporat-Seminar-Motivasi-Kantoran
Seminar-Motivasi-Perusahaan-Seminar-Motivasi-Korporat-Seminar-Motivasi-Kantoran

Kini, kita sudah dewasa dan misalnya orangtua sakit, seperti apa doa dan perhatian kita kepada mereka? Pastilah tidak setara dengan doa dan perhatian mereka dulu. Betul apa betul?

Bahkan sekarang pun, ketika kita sudah dewasa, sudah mandiri, dan sudah sukses, rupa-rupanya hampir semua doa yang orangtua ucapkan adalah untuk kita, anak-anaknya! Hanya sedikit saja doa yang mereka ucapkan untuk diri mereka sendiri!

Seminar-Motivasi-Perusahaan-Seminar-Motivasi-Korporat-Seminar-Motivasi-Kantoran

Mari tingkatkan bakti kita kepada orangtua. Dengan doa. Dengan perhatian. Dengan nafkah. Dengan apa saja. Menariknya, mereka yang rajin dan rutin berbakti, diberikan kehidupan yang lebih lapang dan lebih tenang. Urusan-urusan di kantor pun jadi lebih gampang.

Buktikan saja. Sekian dari saya, Ippho Santosa.

Senin, 29 Agustus 2016

Seminar Motivasi Karyawan, Seminar Motivasi Pegawai, Seminar Motivasi SDM

Seminar Motivasi Karyawan, Seminar Motivasi Pegawai, Seminar Motivasi SDM
Di seminar motivasi, terutama di seminar 7 Keajaiban Rezeki, saya berusaha mengajak peserta seminar untuk meraih kesuksesan dan menunjukkan cara-cara mempercepatnya.
Salah satu penekanan saya adalah menghormati ibu. Karena doa Ibu langsung dijawab oleh Allah.
Seminar-Motivasi-Karyawan-Seminar-Motivasi-Pegawai-Seminar-Motivasi-SDM

Selain itu, kita harus menghilangkan sifat-sifat negatif yang ada dalam diri kita, yaitu 3D: dengki, dendam, dongkol. Saat kita melihat orang lain sukses, jangan ada rasa dengki atau iri terhadap mereka. 
Akan tetapi, kita harus merasa senang. Nah, dengan merasa senang, maka rezeki dan kesuksesan akan lebih mudah datang kepada kita. Coba saja.




Seminar Motivasi Diri, Seminar Motivasi Sukses

Seminar Motivasi SDM, Seminar Motivasi Karyawan, Seminar Motivasi Pegawai

Seminar Motivasi SDM, Seminar Motivasi Karyawan, Seminar Motivasi Pegawai


"Bawalah cinta dalam bekerja!" Dalam sebuah seminar motivasi, itulah seruan saya. Tepatnya, cinta Anda terhadap seseorang.

Seminar-Motivasi-SDM-Seminar-Motivasi-Karyawan-Seminar-Motivasi-Pegawai

Ditilik dari sisi kesehatan, tatkala Anda mencintai seseorang, maka inilah hormon-hormon yang mungkin terpicu dan terpacu:
-       Testosteron. Selain meningkatkan libido, hormon ini juga meningkatkan gairah hidup. Pun menyehatkan jantung dan otak. Berhubung hormon ini memiliki dampak yang dahsyat, hendaknya berlandaskan cinta yang benar. Jika tidak, niscaya kehancuran akan segera terjadi.
-       Adrenalin. Hormon ini membuat orang merasa deg-degan sekaligus membuat orang siap berjuang. Sama seperti testosteron, hendaknya hormon ini berlandaskan cinta yang benar.
-       Dopamin dan serotonin. Kedua hormon ini membuat orang feel good, sehingga tetap enjoy ketika bekerja.
-       Oxytocin. Menariknya, hormon ini membuat orang merasa terikat, melekat, dan ingin merawat.


Seminar-Motivasi-SDM-Seminar-Motivasi-Karyawan-Seminar-Motivasi-Pegawai
Jelaslah sudah, ternyata cinta itu mendahsyatkan dan menyehatkan!

Rabu, 10 Agustus 2016

Seminar Motivasi Pegawai, Seminar Motivasi SDM, Seminar Motivasi Karyawan

Seminar Motivasi Pegawai, Seminar Motivasi SDM, Seminar Motivasi Karyawan


Di seminar motivasi bisnis atau seminar motivasi wirausaha, seorang peserta nyeletuk, "Apalah arti sebuah nama?"

Menurut saya, sangat berarti. Shakespeare was wrong!

Tersebutlah:
Desa Timbun Tulang di Kalsel.
Desa Pocong di Bangkalan.
Desa Toket di Madura.
Desa Tutup di Blora.
Desa Kebocoran di Banyumas.
Dusun Koplak di Sleman.

Hehehe...

Seminar-Motivasi-Pegawai-Seminar-Motivasi-SDM-Seminar-Motivasi-Karyawan

Mungkin Anda kaget mendengar nama-nama di atas. Tapi itu beneran ada. Nyata. Nggak mengada-ngada.

Apalah arti sebuah nama? Itu kata sebagian orang. Namun tidak demikian dalam bisnis, terutama dalam marketing. Sebagai motivator bisnis, saya tidak pernah main-main soal nama.

Segala image, spirit, dan visi yang akan dibangun, bermula dari sebuah nama. Sekali lagi, bermula dari sebuah nama.

Go-Jek
Net TV
Indomie
Facebook
Twitter

Jelas, mereka tidak sembarang dalam memilih nama. Apa image, spirit, dan visi mereka, tersirat dari nama mereka. Saya juga berharap Anda tidak sembarang dalam memilih nama atau merek. Entah itu dalam keluarga atau dalam bisnis.

Selain mencerminkan image, spirit, dan visi, hendaknya nama juga mudah ditulis (writable) dan mudah disebut (speakable). Kalau serba sulit, maka akan memperlambat viral di media sosial. Masih banyak syarat lainnya. Kapan-kapan kita bahas.



Untuk mengundang Ippho Santosa, klik www.ippho.com