Minggu, 18 September 2016

Motivasi Kerja Keras, Seminar Motivasi Pegawai, Seminar Motivasi SDM

Motivasi Kerja Keras, Seminar Motivasi Pegawai, Seminar Motivasi SDM


4 huruf, tapi bisa melipatgandakan berkah dan hasil. Ya, cuma 4 huruf...

Apa itu? A-j-a-k.

Maksudnya? Saya kasih contoh ya:
- Bangun awal dan AJAK orang bangun awal.
- Berbagi dan AJAK orang berbagi.
- Berbakti dan AJAK orang berbakti.
- Sukses dan AJAK orang untuk sukses.
- Kerja keras dan AJAK orang untuk kerja keras.

Begini. Kita mengajak orang pada kebaikan, bukan berarti kita ini 100% orang baik-baik. Belum tentu. Ini namanya mengingatkan dalam kebaikan dan sama-sama menuju kebaikan. Jika kita mengajak diri kita dan orang lain dalam kebaikan, maka sedikit-banyak ini akan mencegah kita jatuh dalam keburukan.

Motivasi-Kerja-Keras-Seminar-Motivasi-Pegawai-Seminar-Motivasi-SDM

Demikian pula dengan kesuksesan. Kita mengajak orang pada kesuksesan, bukan berarti kita ini orang yang sudah sukses. Belum tentu. Ini namanya saling mengingatkan, saling menyemangati, dan sama-sama menuju kesuksesan. Jika kita mengajak diri kita dan orang lain dalam kesuksesan, maka sedikit-banyak ini akan mencegah kita jatuh dalam kegagalan.

Makanya follower saya selalu mengajak teman-temannya dan saudara-saudaranya untuk ikut seminar saya. Terutama yang gratis. Adalah egois kalau kita hanya mementingkan kesuksesan kita sendiri saja. Ya, egois.

Motivasi-Kerja-Keras-Seminar-Motivasi-Pegawai-Seminar-Motivasi-SDM

Berbagi, misalnya. Mungkin Anda cuma sanggup Rp 20 ribu. Tapi itu bisa bernilai Rp 2 juta, kalau Anda MENGAJAK 100 orang untuk ikut berbagi. Kurang-lebih yah begitu.
Sholat dhuha, misalnya. Mungkin Anda cuma sanggup 4 rakaat. Tapi itu bisa bernilai 400 rakaat, kalau Anda MENGAJAK 100 orang untuk ikut ber-dhuha. Kurang-lebih yah begitu.

Demikianlah, cuma 4 huruf, tapi bisa melipatgandakan berkah dan hasil. A-J-A-K.

Mari, ajak kenalan-kenalan kita bergabung di grup WA ini.

Sekian dari saya, Ippho Santosa. Semoga berkah berlimpah!

Rabu, 07 September 2016

Seminar Motivasi Wirausaha, Seminar Motivasi Kerja, Seminar Motivasi Karyawan

Seminar Motivasi Wirausaha, Seminar Motivasi Kerja, Seminar Motivasi Karyawan



Berikut ini adalah cara-cara agar kita bisa lebih termotivasi di tempat kerja atau di kantor, di samping mengikuti seminar motivasi dan training motivasi:


1. Warming-Up

Sekiranya Anda ingin bekerja dengan penuh energi, ada baiknya Anda melakukan olah raga kecil di pagi hari. Ya, pemanasan sebelum bekerja. Anda bisa jogging, yoga, atau sekadar menggerak-gerakkan badan. Menurut mayo clinic, menggerakkan badan membuat sistem kardiovaskular lebih efisien sehingga memicu energi sepanjang hari.

Seminar-Motivasi-Wirausaha-Seminar-Motivasi-Kerja-Seminar-Motivasi-Karyawan

2. Friendship

Ahli-ahli karier meyakini, bila berteman baik dengan sesama rekan kerja adalah cara terbaik untuk meningkatkan motivasi kerja. Di kantor, jelas, banyak rekan kerja. Saat Anda menyisihkan waktu untuk makan siang bersama sembari bertukar pikiran, akhirnya Anda beroleh teman baik. Anda pun bisa mengira-ngira latar belakang, masa depan, dan impian mereka. Hal ini dapat menjadi inspirasi, motivasi, dan dasar dalam membuat keputusan.


3. Long-Term Target

Membuat rencana jangka pendek memang penting, namun membuat rencana jangka panjang jauh lebih penting agar Anda tetap dan kian termotivasi. Manusia rata-rata akan lebih termotivasi bila tugas-tugasnya dapat mengantarkan dirinya pada rencana jangka panjang. Perlu juga dicatat, jangan lupa membuat tujuan-tujuan kecil untuk mengukur tingkat keberhasilan.


4. Weekly Meeting

Bila Anda ingin lebih berkembang, maka Anda membutuhkan masukan dari pengawas alias atasan. Sisihkan waktu 15 menit untuk rapat pribadi dengan atasan Anda, lalu minta input dan kritik darinya. Setelah rapat tersebut sangat mungkin Anda lebih termotivasi. Jadwalkanlah kegiatan penting tersebut satu kali minggu.

Seminar-Motivasi-Wirausaha-Seminar-Motivasi-Kerja-Seminar-Motivasi-Karyawan

5. Celebrating

Menurut Simon Reynold penulis Why People Fail, orang sering fokus terhadap hal-hal yang tidak beres. Padahal, tahukah Anda, fokus pada hal-hal negatif dapat mengurangi motivasi? Anda dan tim Anda harus beralih pada area positif. Rayakanlah keberhasilan-keberhasilan kecil, karena ini akan membawa Anda ke zona positif, sehingga menjaga Anda tetap dan kian termotivasi. 



Siap mencoba? Ada baiknya tulisan yang dikutip dari berbagai sumber ini Anda sampaikan kepada tim Anda. Agar mereka bertambah semangat.

Selasa, 06 September 2016

Seminar Motivasi Diri, Seminar Motivasi Kerja, Seminar Motivasi Perusahaan

Seminar Motivasi Diri,  Seminar Motivasi Kerja, Seminar Motivasi Perusahaan



Di seminar motivasi diri, kadang saya membahas soal pentingnya magang.

Seorang Muhammad muda bisa sukses berbisnis, wasilahnya dari mana? Salah satunya dari magang. Sejarah mencatat, ia magang dan dibimbing oleh pamannya tercinta.

seminar-motivasi-diri-seminar-motivasi-kerja-seminar-motivasi-perusahaan

Donald Trump (walaupun sebagian besar orang tidak menyukainya, namun ia terbukti sukses berbisnis) juga menganjurkan dan mengajarkan magang. Apprentice, namanya.

seminar-motivasi-diri-seminar-motivasi-kerja-seminar-motivasi-perusahaan

Jack Ma, salah satu orang terkaya di Tiongkok, lagi-lagi menganjurkan dan mengajarkan magang. Selain beroleh ilmu yang detail, kita juga bisa merasakan spirit, dream, dan passion si pengusaha.

seminar-motivasi-diri-seminar-motivasi-kerja-seminar-motivasi-perusahaan

Tentu saja, magang lebih menyita waktu namun itu sangat setimpal jika dibanding dengan hasil dan dampak yang akan diperoleh. Apalagi kalau kita magang bersama the best one, yang terbaik, bukan sosok biasa.

Ini berlaku baik dalam bisnis maupun dalam karier. Entah Anda ingin menjadi pengusaha atau karyawan. Dan baiknya, carilah tempat magang yang bisa meningkatkan motivasi kerja.

Anda siap?

Senin, 05 September 2016

Seminar Motivasi Bisnis, Seminar Motivasi Perusahaan, Seminar Motivasi Korporat

Seminar Motivasi Bisnis, Seminar Motivasi Perusahaan, Seminar Motivasi Korporat



Profesi dan posisi guru itu menyenangkan. Setidaknya, membuat Anda awet muda (karena selalu berinteraksi dengan manusia), senantiasa dikenang, dan sarat amal jariyah.


Saya pribadi berusaha menghubungi bahkan menemui guru-guru yang pernah mengajar saya. Karena teramat besar jasa mereka kepada saya. Begitulah, jasa mereka selalu dikenang.


seminar-motivasi-bisnis-seminar-motivasi-perusahaan-seminar-motivasi-korporat

Sebenarnya saya pun seorang guru. Itulah takdir saya. Hanya saja, predikatnya sedikit berbeda. Namanya motivator. Kedengaran lebih keren ya? Hehehe, sama saja.


Dengan izin Allah, saya pernah berseminar di Tokyo Institute of Technology, Osaka University, KAIST (Korea), Australian National University, Melbourne University, Curtin University, Queensland University, dan Al-Azhar University (Mesir).


Kenapa saya mengajar? Pertama, berinteraksi dengan manusia. Jangan salah, tidak semua profesi berinteraksi intens dengan manusia. Kedua, sarat dengan amal jariyah. Dan masih banyak alasan lainnya.


seminar-motivasi-bisnis-seminar-motivasi-perusahaan-seminar-motivasi-korporat

Sekiranya kita bukan guru, yah nggak apa-apa. Namun tetaplah melibatkan diri dalam kegiatan keilmuan. Misalnya, sebagai donatur di sekolah, donatur di pesantren, peneliti, dan lain-lain. Buat apa? Yah itu tadi, meraih amal jariyah.



Sekian dari saya, Ippho Santosa.

Selasa, 30 Agustus 2016

Seminar Motivasi Kantoran, Seminar Motivasi Pegawai, Seminar Motivasi SDM

 Seminar Motivasi Kantoran, Seminar Motivasi Pegawai, Seminar Motivasi SDM


"When you find yourself on the side of the majority, it's time to PAUSE and reflect." (Mark Twain)
Orang rata-rata alias mayoritas enggan belajar. Sebut saja, malas belajar. Kita hendaknya melakukan yang sebaliknya. Belajar. Berguru. Bermurid.

Seminar-Motivasi-Kantoran-Seminar-Motivasi-Pegawai-Seminar-Motivasi-SDM

Seminar-Motivasi-Kantoran-Seminar-Motivasi-Pegawai-Seminar-Motivasi-SDM

Jadilah guru dan jadilah murid. Ibaratnya, kita punya orangtua, tapi juga punya anak. Itu sangat menyenangkan. Bisa mengajar dan juga bisa belajar.

Catat ya. Orang yang belajar itu open-minded, awet muda, tidak mudah pikun.

Termasuk, kegiatan menulis. Ketika anda berhasil menangkap seekor kijang, maka ikatlah. Jika tidak, sia-sialah keletihan dan pengorbanan Anda. Menulis itu mengikat ilmu.

Sekian dari saya, Ippho Santosa.

Seminar Motivasi Korporat, Seminar Motivasi Kantoran, Seminar Motivasi Karyawan

Seminar Motivasi Korporat, Seminar Motivasi Kantoran, Seminar Motivasi Karyawan


Sekitar 2 jam, waktu yang dihabiskan oleh rata-rata orang Indonesia untuk ber-online-ria. Orang perkotaan bahkan bisa memegang ponsel selama 5 jam sehari. Ya, sehari. Di antaranya untuk online. Hm, sudahkah kita serius menggarap pasar ini?

Seminar-Motivasi-Korporat-Seminar-Motivasi-Kantoran-Seminar-Motivasi-Karyawan

Seminar-Motivasi-Korporat-Seminar-Motivasi-Kantoran-Seminar-Motivasi-Karyawan

Belakangan ini, sekitar 88 persen orang Indonesia memiliki ponsel. Bahkan 1 orang bisa punya 2 ponsel. Dan kemungkinan besar, ke depannya semua ponsel tersebut akan berupa smartphone. Ini menurut Account Strategist Google Indonesia, Ricky Tjok.

Indonesia juga merupakan salah satu dari 12 negara di dunia yang penggunaan smartphone-nya lebih tinggi daripada penggunaan komputer. Melalui smartphone, masyarakat memanfaatkan fasilitas BBM, WA, dan Telegram.

Seminar-Motivasi-Korporat-Seminar-Motivasi-Kantoran-Seminar-Motivasi-Karyawan


Sekali lagi, sudahkah kita serius menggarap pasar ini?

Seminar Motivasi Perusahaan, Seminar Motivasi Korporat, Seminar Motivasi Kantoran

Seminar Motivasi Perusahaan, Seminar Motivasi Korporat, Seminar Motivasi Kantoran



Di seminar motivasi untuk karyawan, saya sering mengajak peserta untuk memiliki kehidupan yang lebih lapang dan lebih tenang. Ternyata ada rahasianya.

Sebelum Anda membaca tulisan ini, baiknya tarik nafas panjang dulu. Sudah?

Silakan dilanjutkan.

Ketika kita masih kecil, misalnya sakit, tahukah kita ternyata orangtua berdoa, “Ya Allah, sembuhkan anakku. Pindahkan saja sakitnya padaku.” Jelas, doa ini tidak terlalu tepat. Kalau berharap sembuh, yah sembuh saja. Tak perlu berharap sakit yang berpindah segala. Namun itu menunjukkan rasa sayang dan pengorbanan orangtua kepada anaknya.

Seminar-Motivasi-Perusahaan-Seminar-Motivasi-Korporat-Seminar-Motivasi-Kantoran
Seminar-Motivasi-Perusahaan-Seminar-Motivasi-Korporat-Seminar-Motivasi-Kantoran

Kini, kita sudah dewasa dan misalnya orangtua sakit, seperti apa doa dan perhatian kita kepada mereka? Pastilah tidak setara dengan doa dan perhatian mereka dulu. Betul apa betul?

Bahkan sekarang pun, ketika kita sudah dewasa, sudah mandiri, dan sudah sukses, rupa-rupanya hampir semua doa yang orangtua ucapkan adalah untuk kita, anak-anaknya! Hanya sedikit saja doa yang mereka ucapkan untuk diri mereka sendiri!

Seminar-Motivasi-Perusahaan-Seminar-Motivasi-Korporat-Seminar-Motivasi-Kantoran

Mari tingkatkan bakti kita kepada orangtua. Dengan doa. Dengan perhatian. Dengan nafkah. Dengan apa saja. Menariknya, mereka yang rajin dan rutin berbakti, diberikan kehidupan yang lebih lapang dan lebih tenang. Urusan-urusan di kantor pun jadi lebih gampang.

Buktikan saja. Sekian dari saya, Ippho Santosa.

Senin, 29 Agustus 2016

Seminar Motivasi Karyawan, Seminar Motivasi Pegawai, Seminar Motivasi SDM

Seminar Motivasi Karyawan, Seminar Motivasi Pegawai, Seminar Motivasi SDM
Di seminar motivasi, terutama di seminar 7 Keajaiban Rezeki, saya berusaha mengajak peserta seminar untuk meraih kesuksesan dan menunjukkan cara-cara mempercepatnya.
Salah satu penekanan saya adalah menghormati ibu. Karena doa Ibu langsung dijawab oleh Allah.
Seminar-Motivasi-Karyawan-Seminar-Motivasi-Pegawai-Seminar-Motivasi-SDM

Selain itu, kita harus menghilangkan sifat-sifat negatif yang ada dalam diri kita, yaitu 3D: dengki, dendam, dongkol. Saat kita melihat orang lain sukses, jangan ada rasa dengki atau iri terhadap mereka. 
Akan tetapi, kita harus merasa senang. Nah, dengan merasa senang, maka rezeki dan kesuksesan akan lebih mudah datang kepada kita. Coba saja.




Seminar Motivasi Diri, Seminar Motivasi Sukses

Seminar Motivasi SDM, Seminar Motivasi Karyawan, Seminar Motivasi Pegawai

Seminar Motivasi SDM, Seminar Motivasi Karyawan, Seminar Motivasi Pegawai


"Bawalah cinta dalam bekerja!" Dalam sebuah seminar motivasi, itulah seruan saya. Tepatnya, cinta Anda terhadap seseorang.

Seminar-Motivasi-SDM-Seminar-Motivasi-Karyawan-Seminar-Motivasi-Pegawai

Ditilik dari sisi kesehatan, tatkala Anda mencintai seseorang, maka inilah hormon-hormon yang mungkin terpicu dan terpacu:
-       Testosteron. Selain meningkatkan libido, hormon ini juga meningkatkan gairah hidup. Pun menyehatkan jantung dan otak. Berhubung hormon ini memiliki dampak yang dahsyat, hendaknya berlandaskan cinta yang benar. Jika tidak, niscaya kehancuran akan segera terjadi.
-       Adrenalin. Hormon ini membuat orang merasa deg-degan sekaligus membuat orang siap berjuang. Sama seperti testosteron, hendaknya hormon ini berlandaskan cinta yang benar.
-       Dopamin dan serotonin. Kedua hormon ini membuat orang feel good, sehingga tetap enjoy ketika bekerja.
-       Oxytocin. Menariknya, hormon ini membuat orang merasa terikat, melekat, dan ingin merawat.


Seminar-Motivasi-SDM-Seminar-Motivasi-Karyawan-Seminar-Motivasi-Pegawai
Jelaslah sudah, ternyata cinta itu mendahsyatkan dan menyehatkan!

Rabu, 10 Agustus 2016

Seminar Motivasi Pegawai, Seminar Motivasi SDM, Seminar Motivasi Karyawan

Seminar Motivasi Pegawai, Seminar Motivasi SDM, Seminar Motivasi Karyawan


Di seminar motivasi bisnis atau seminar motivasi wirausaha, seorang peserta nyeletuk, "Apalah arti sebuah nama?"

Menurut saya, sangat berarti. Shakespeare was wrong!

Tersebutlah:
Desa Timbun Tulang di Kalsel.
Desa Pocong di Bangkalan.
Desa Toket di Madura.
Desa Tutup di Blora.
Desa Kebocoran di Banyumas.
Dusun Koplak di Sleman.

Hehehe...

Seminar-Motivasi-Pegawai-Seminar-Motivasi-SDM-Seminar-Motivasi-Karyawan

Mungkin Anda kaget mendengar nama-nama di atas. Tapi itu beneran ada. Nyata. Nggak mengada-ngada.

Apalah arti sebuah nama? Itu kata sebagian orang. Namun tidak demikian dalam bisnis, terutama dalam marketing. Sebagai motivator bisnis, saya tidak pernah main-main soal nama.

Segala image, spirit, dan visi yang akan dibangun, bermula dari sebuah nama. Sekali lagi, bermula dari sebuah nama.

Go-Jek
Net TV
Indomie
Facebook
Twitter

Jelas, mereka tidak sembarang dalam memilih nama. Apa image, spirit, dan visi mereka, tersirat dari nama mereka. Saya juga berharap Anda tidak sembarang dalam memilih nama atau merek. Entah itu dalam keluarga atau dalam bisnis.

Selain mencerminkan image, spirit, dan visi, hendaknya nama juga mudah ditulis (writable) dan mudah disebut (speakable). Kalau serba sulit, maka akan memperlambat viral di media sosial. Masih banyak syarat lainnya. Kapan-kapan kita bahas.



Untuk mengundang Ippho Santosa, klik www.ippho.com